Jenis Penyakit pada Kenari dan Cara Mengatasinya

Kenari memang sangat rentan sekali terhadap penyakit. Apalagi pada saat musim hujan tiba, anda harus lebih ekstra dalam perawatan harianya agar kenari anda tidak sakit.

Apa saja sih penyakit penyakit yang sering menyerang kenari? Apakah bahaya sih jika kenari kita penyakitan?
Yuk mari kita bahas mengenai jenis penyakit kenari serta cara mengatasinya.

Mengatasi kenari sakit


Mengatasi semua jenis penyakit kenari


Pernapasan
Penyebab terjadinya gangguan pernapasan adalah karena adanya E. Coli (virus sejenis mycoplasma gallisepticcum) yang menginfeksi saluran pernapasan. Virus ini dapat menyerang kenari jantan maupun betina, jika kondisi sudah kronis maka akan sulit untuk disembuhkan dan bahkan bisa terjadi kematian.

Baca juga : Merawat kenari bakalan agar cepat gacor

Penyakit pernapasan ini dapat menular, penularan biasanya terjadi karena adanya kontak langsung antara kenari yang terinfeksi dengan kenari yang sehat. Selain terjadinya kontak secara langsung, gangguan pernapasan juga bisa menular melalui makanan, minuman, sangkar/kandang yang tidak bersih, serta makanan maupun minuman yang tercemar oleh kotoran burung yang sakit.

Kenari yang terkena penyakit ini biasanya sering bersin, napas ngorok terutama pada cuaca dingin malam hari, adanya lender pada hidung, serta burung tidak lincah seperti biasanya.

Segera atasi dengan nafas 1 atau air yang diberikan jahe

Salmonellosis atau Pullorum
Jenis penyakit ini biasa disebut dengan berak kapur. Salmonella pullorum menginfeksi saluran pencernaan burung, penyakit ini juga bersifat menular. Sedangkan tanda-tanda kenari terkena penyakit ini adalah tekstur kotoran burung cair dan berwarna putih layaknya kapur, penurunan nafsu makan, muka terlihat pucat, bulu tidak rapi, sayap menggantung, dan burung tidak lincah/bergairah.

Atasi penyakit ini dengan superN

Penyakit Snot
Penyakit ini disebabkan oleh virus Hemophillus gallinarum yang menyerang bagian wajah burung. Akibat virus ini maka akan terjadi pembengkakkan dan timbul benjolan berwarna merah sekitar hidung, mata, serta telinga. Penyakit ini juga bersifat menular, penularan terjadi melalui udara, debu, minuman, makanan, dan keturunan.

Burung kenari yang terkena snot maka bagian muka akan bengkak, hidung berlendir, bersin-bersin, napas sesak, serta nafsu makan berkurang.

Atasi snot dengan anti snot yang beredar dipasaran atau obat snot kepercayaan anda.

Penyakit Bulbul
Semua jenis burung dapat terkena bumble foot atau bulbul. Penyakit ini disebabkan oleh adanya bakteri staphylo coccus yang menyerang permukaan kulit burung, terutama pada telapak kaki. Burung yang terkena penyakit bulbul biasanya disebabkan kurang bersihnya kondisi sangkar, khususnya tempat tenggeran.

Penyakit bulbul pada burung bisa kita kenali dengan adanya pembengkakkan pada kaki, kuku memanjang, serta sisik pada kaki melebar.

Atasi bubulan dengan minyak tawon saja agar segera sembuh, selain dengan minyak tawon anda juga bisa memberi minyak kapak.

Penyakit Cacingan
Tidak hanya manusia, burung juga bisa terkena penyakit cacingan. Penyakit ini akan menyerang pada saluran pencernaan dan hati. Penyebab timbulnya cacingan pada burung adalah cacing gilig, cacing pita, cacing tambang, dan cacing hati.

Kenari yang terkena cacingan dapat ditandai dengan gairah burung berkurang, penurunan nafsu makan, lemah, bulu tidak rapi, kotoran bertekstur cair, dan berat badan turun.

Berikan obat anti cacing dengan vit anti cacing atau berikan sedikit kapsul cacing untuk ayam pada minumannya. Kira-kira ¼ saja.

Penyakit Mencret
Ada dua macam penyakit mencret yang sering terjadi pada kenari, yaitu:

1. Mencret yang disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi saluran pencernaan.
Tanda-tanda mencret karena bakteri adalah kotoran burung akan berbentuk cair, berbau busuk, berwarna keruh, kelincahan burung menurun, serta hilang nafsu makannya. Penyakit mencret karena bakteri bersifat menular.

2. Mencret karena keracunan makanan.
Burung yang terkena mencret yang disebabkan karena keracunan makanan bisa dilihat dari kotoran yang cair dan tidak begitu busuk baunya, nafsu makan dan aktifitas burung tetap tinggi. Penyakit mencret karena racun makanan tidak menular.

Berikan vitamin yang mengandung anti biotik, berikan vitamin harian saja sudah cukup untuk mengatasi mencret.


Kutu Pada kenari
Penyebab utama kutu pada burung adalah karena kondisi kandang yang kotor, lembab, dan pemandian yang kurang. Burung yang terkena kutu dapat menganggu proses produksi dan penetasan telur yang sedang dierami, sedangkan pada kenari jantan akan berakibat jarang berbunyi.

Kenari yang terserang kutu akan selalu gelisah, sering didis (gigit bulu), jarang bersuara, jika disingkap bulu burungnya maka akan terlihat kutu-kutu yang sedang bergerak disela-sela bulu. Jika kondisi ini tidak segera diobati maka dapat mengakibatkan nafsu makan burung berkurang dan bisa mengakibatkan kematian.

Mandikan burung dengan air daun sirih atau berika sampo anti kutu yang beredar di pasaran.

Dari jenis jenis penyakit yang sering menyerang kenari penyebab utamanya adalah karena faktor kebersihan yang mengakibatkan timbulnya virus atau bakteri.

Oleh sebab itu jika burung peliharaan anda khususnya kenari ingin tetap sehat, maka perlu dijaga kebersihan burungnya, kandang, tempat makan/minum, dan makanan dan minuman.

Itulah jenis penyakit kenari beserta dengan cara mengatasinya. Jika ada masukan atau tambahan silahkan salurkan pikiran anda di kolom komentar dibawah ini. Semoga bisa bermanfaat.

0 Response to "Jenis Penyakit pada Kenari dan Cara Mengatasinya"

Post a Comment

Centang form "notify me" agar mendapat pemberitahuan saat komentar anda kami balas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel