Cacingan Pada Kacer : Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Layaknya burung atau hewan lain, burung kacer juga bisa mengalami cacingan dan masalah ini bisa membahayakan nyawa burung, jadi anda perlu segera mengatasi kacer cacingan. Walaupun dalam hewan unggas, khususnya burung, agak sulit untuk mengetahui apakah ia terkena cacingan atau tidak saat gejalanya masih ringan.

Sebab pada kebanyakan binatang mamalia atau reptile, cacing yang ada di dalam tubuhnya akan langsung ikut keluar melalui kotoran meskipun masalahnya masih ringan. Sedangkan pada burung kacer ini umumnya cacing baru akan terlihat jelas ketika tingkat infeksinya mulai parah.

Jadi ketika anda sudah melihat tanda – tanda burung cacingan, segera lakukan tindakan untuk mengatasi kacer cacingan.

 

Gejala dan Jenis Cacing Pada Burung Kacer

Pada burung kacer, ada 4 jenis cacingan yang paling umum terjadi. Ke-empat jenis cacing ini juga bisa menyerang organ tubuh burung yang berbeda. Nah, berikut ini adalah sedikit penjelasan tentang jenis cacing yang menyerang burung kacer.

  • Cacing pita / cestoda, cacing yang paling sering menyerang semua hewan termasuk unggas, reptile, maupun mamalia.
  • Cacing gelang / ascaridia sp, jenis cacing yang menyerang organ pencernaan burung kacer, khususnya usus. Ketika sudah menginfeksi, cacing ini akan hidup bergerombol di usus kacer dan menyumbat pencernaannya
  • Cacing Tenggorokan / syngamus trachea, jenis parasit yang menyerang organ pernapasan khususnya tenggorokan. Cacing ini bisa memproduksi lendir yang akan mengganggu pernapasan burung.
  • Cacing rambut / capillaria sp, jenis cacing yang menginfeksi saluran pencernaan. Cacing yang satu ini bisa menular dengan sangat cepat ke hewan lain, jadi anda harus berhati – hati.

 

Sedangkan untuk gejala – gejala kacer cacingan, biasanya gejala berbeda sesuai dengan cacing dan dimana infeksinya. Tapi secara umum, kacer yang cacingan akan mengeluarkan gejala seperti di bawah ini.

  • Keluar cacing dari anus dan kotorannya
  • Kacer menjadi makin kurus bahkan hingga nyilet.
  • Kacer tampak lesu dan jarang beraktifitas.
  • Mata kacer sering berair.
  • Burung suka menggoyang – goyangkan paru dan badannya
  • Wadah tempat menampung kotoran jadi lebih cepat kotor karena kacer kena diare.
  • Warna kotoran hijau berbusa.
  • Tidak nafsu makan.

 

Cara Mengatasi Kacer Cacingan Agar Kembali Normal

Bila anda sudah melihat gejala cacingan pada burung kacer, maka segera atasi dengan mengikuti langkah – langkah di bawah ini.

 

1. Jauhkan Kacer yang Cacingan dengan Burung Lain

Bila kacer yang cacingan hidup sepasang dalam sangkar atau dalam ombyokan, segera pisahkan yang cacingan sesegera mungkin. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, beberapa jenis cacing bisa menular dengan sangat cepat.

Jauhkan sementara kacer yang cacingan di dengan jarak yang agak jauh dengan burung lain hingga ia sembuh total.

 

2. Beri Obat Cacing Khusus Burung

Daripada menggunakan ramuan atau obat – obatan yang dibuat sendiri, lebih baik anda menggunakan obat kimia yang bisa mengatasi kacer cacingan dengan cepat. Biasanya, obat dengan merk yang dijual di pasar cukup ampuh dan bisa anda temui dengan mudah.

Baca aturan pakai dan berikan dengan konsisten agar kacer bisa cepat sembuh.

 

3. Bersihkan Kotoran di Sangkar Setiap Hari

Selama kacer masih cacingan, anda perlu membersihkan wadah penampung kotorannya setiap hari. Bila sangkar burung anda tidak menggunakan wadah penampung kotoran, buat sendiri wadah ini dari kardus atau seng dan taruh di bawah sangkar.

Hal ini dilakukan agar cacing – cacing tidak berkumpul kembali di sekitar sarang kacer. Sebab tidak menutup kemungkinan cacing menginfeksi hewan lain di sekitarnya.

 

4. Jangan Dimandikan Tapi Bersihkan Tubuh Kacer Dari Cacing

Kacer yang cacingan juga tidak boleh dimandikan, sebab tubuhnya akan lemah. Tetapi pada beberapa kasus, akan keluar cacing – cacing dari anus atau hidungnya yang bisa menempel di bulu kacer. Anda perlu membersihkan tubuh kacer dari cacingi ini.

Ada baiknya bila anda menggunakan sarung tangan karet ketika membersihkan. Tapi jika tidak ada, gunakan tangan langsung juga boleh, asalkan anda langsung cuci tangan dengan sabun setelah selesai.

 

5. Biarkan Kacer Beristirahat

Setelah anda melakukan terapi mengatasi kacer cacingan di atas, langkah selanjutnya adalah mengistirahatkan kacer agar staminanya tetap prima.

Anda juga boleh memberikan EF yang lebih banyak dari biasanya untuk menyuplai nutrisi agar ia tidak lemas. Karena biasanya kacer yang terinfeksi cacing akan lemas dan malas beraktifitas.

Porsi penjemuran juga harus di kurangi, kalo biasanya jemur 1,5 jam sekarang anda hanya perlu menjemur selama 15-30 menit saja.

 

Itulah beberapa cara mengatasi kacer cacingan serta apa saja gejala dan jenis cacing yang bisa menginfeksi burung. Jika kacer anda sudah sembuh, lakukan langkah pencegahan dengan selalu menjaga kebersihan sangkar kacer dan jangan beri makanan yang sudah membusuk baik berupa EF, buah maupun voer.

Semoga bermanfaat ya, terimakasih.

Leave a Comment