Ini Warna Dada Murai Batu yang Bagus, Anda Tertarik?

Pernahkah anda mendengar kabar dari teman ataupun di postingan sosisal media kalo katanya murai yang mempunyai kualiatas bagus bisa dilihat dari warna dadanya.

Ada yang bilang murai batu dengan warna dada pekat itu mempunyai sifat fighter yang bagus. Ada juga yang bilang lebih bagus yang warnanya pudar ketimbang yang pekat dan lain sebagainya.

Dengan banyaknya pendapat seperti itu membuat sebagian penggemar murai jadi bingung, terutama mereka yang masih awam atau baru mulai belajar pelihara muraibatu.

Bagi anda yang pemula tidak perlu khawatir, pamankicau akan memberikan insight akurat dan menarik tentang warna dada murai batu yang bagus sebagai bahan referensi anda.

 

Kelebihan kekurangan berdasarkan warna dada

Kami sudah membuat 3 jenis warna dada murai batu yang ada di Indonesia. Ketiga warna ini tergolong umum dan bisa di lihat secara sekilas. Mari kita bahas satu per satu agar anda paham.

 

Dada Murai Batu Berwarna Pekat

Pertama kita akan membahas jenis murai batu dengan warna dada yang cenderung pekat. Jenis murai ini 90% berasal dari daerah sumatra dan malaysia bagian barat. Warna dada pada murai ini terlihat sangat mencolok oren kecoklatan dan waranya terlihat gelap.

Dada murai batu berwarna coklat pekat

Kebanyakan dari tipe ini adalah jenis murai batu ekor panjang alias mempunyai bentuk ekor yang panjang ciri khas murai sumatera.

Berikut adalah kelebihan murai dengan warna dada pekat :

  1. Irama lagu yang panjang
  2. Volume suara yang cenderung kencang dan nyaring
  3. Sangat mudah di master dengan suara burung lain
  4. Variasi kicauan banyak dan tidak monoton
  5. Mempunyai ekor panjang sehingga daya jualnya lebih tinggi.
  6. Mental tarung lumayan yang oke

Itulah beberapa kelebihan murai dengan warna dada pekat. Namun ada 1 kekurangan dari jenis ini yaiti kalo sudah macet bunyi ataupun stress dia sangat sulit untuk pulih. Anda harus melakukan terapi khusus untuk mengatasi murai macet bunyi dengan konsisten.


Dada Berwarna Pudar atau Kekuningan

Tipe kedua yang akan kita bahas adalah murai batu dengan warna dada yang pucat atau kekuningan. Apakah anda pernah melihat sebelumnya? Kalo belum mari saya jelaskan.

Dada murai batu pucat kekuningan

Berdasarkan penelitian, murai dengan warna dada pudar atau pucat kekuningan adalah jenis murai batu yang berasal dari pulau borneo, sabah, hingga brunei darussalam.

Ciri murai yang berasal dari dataran borneo adalah mengembungkan dada ketika bertemu dengan lawan.

Ada juga murai dengan ekor panjang mempunyai warna dada kekuningan tapi tidak gembung ketika bertemu lawan. Nah kalo ada yang seperti ini biasanya dia mempunyai silsilah keturunan dari murai borneo.

Seperti yang lagi ngetrend saat ini nih, murai F4 yang lagi diincar banyak orang. Kenapa diincar? Karena muraibatu F4 mempunyai variasi kicauan  roll tembak seperti murai sumatera (dada pekat) dan mempunyai mental serta gaya tarung yang nyangkul seperti murai borneo (dada kuning).

Tapi sayang banget nih, mencetak murai seperti ini di ternakan sangat lama karena membutuhkan 4 kali generasi. Kalo 1 generasi saja anggaplah 2 tahun bisa produksi, maka kita butuh waktu selama 8 tahun untuk mencetak F4.

Tapi kalo F4 yang abal-abal alias hanya ucapan tanpa bukti ya banyak banget wkwkwkwk.

Ini bisa menjadi acuan anda untuk membeli bahan murai batu. Tapi jangan sepenuhnya mematok atau saklek dengan warna dadanya.

Ada baiknya anda melihat kualitasnya terlebih dahulu seperti volume kicauannya, gaya tarungnya, dan variasi isian yang sering ia keluarkan. Itu sih saran saya, artikel ini hanya sekedar info saja ya karena banyak yang tanya.

Semoga bermanfaat, salam hangat dadi pamankicau official.

Leave a Comment